Bervisi Besar Berdompet Kosong

 

Bagian 1 Big Vision Empty Wallet: Mengejar Impact Bukan Uang

Banyak yang bertanya, “Bagaimana caranya menjadi orang yang superkaya?” Namun yang penting bukan menjadi orang kaya. Banyak yang menghubungkan Sandiaga Uno dengan peringkat dan kekayaan. Namun yang lebih penting adalah kontribusi yang ingin kita berikan kepada masyarakat, yang kita perjuangkan. Manfaat apa yang ingin kita wariskan bagi dunia. Suatu saat peringkat, kekayaan, saham, dan network tidak akan dapat memotivasi kita. Namun yang akan mendrive kita adalah impact, legacy, dan kontribusi yang akan kita tinggalkan bagi dunia.

Contohnya Soichiro Honda, apa yang sebenarnya Honda inginkan? Ia tidak menginginkan kekayaan. Ia bermimpi akan  personal mobility for everyone. Adanya kemudahan bertransportasi bagi semua orang. Semua orang lebih mudah untuk bertransportasi. Ia bermimpi mobil yang affordable bagi semua orang. Bukan hanya orang Jepang, tapi orang di seluruh dunia. Inilah visinya sewaktu memulai usaha sebagai pembuat mobil. Mulanya, mobil Honda selalu menjadi bahan tertawaan di Amerika. Mobil Honda saat itu merupakan mobil yang kualitasnya paling rendah. Namun ia tetap bertahan karena mobil inilah yang Honda inginkan, mobil yang affordable bagi semua orang. Dengan bertambahnya pengalaman, mobil Honda kualitasnya bertambah baik.

Contoh lainnya adalah Steve Jobs, visinya adalah computer for the rest of us. Steve Jobs ingin komputer yang mulanya barang mahal dan langka, yang ukurannya sangat besar, dapat dikecilkan menjadi kebutuhan semua orang. Komputer dapat membantu orang banyak dalam mengoptimalkan pekerjaan sehari-hari. Ia tidak pernah bermimpi market capitalization Apple lebih besar dari Microsoft, yang saat ini terjadi.

Senada pula dengan Tony Fernandes. Tony Fernandes tidak bermimpi untuk menjadi selebritis ataupun menjadi orang paling kaya di Malaysia. Namun saat ini dialah orang terkaya ke-12 di Malaysia. Mimpinya adalah membuat air travel affordable bagi semua orang Malaysia. Dulu, untuk terbang dari Kuala Lumpur ke Singapura membutuhkan biaya USD 300-400 per orang. Dengan konsep Air Asianya, Tony Fernandes membuat penerbangan bisa affordable bagi semua orang. Hingga sekarang dari Kuala Lumpur ke Singapura bisa hanya USD 15. “Now Everyone Can Fly” Air Asia

Tony Fernandes Air Asia Boss

Saya sendiri memiliki visi Indonesia bisa setara. Walau memiliki banyak potensi, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, Indonesia masih diragukan, tidak dianggap setara. Yang mendorong saya dalam beraktivitas adalah Indonesia menjadi setara dalam hal potensi. Jika Saya mengejar kekayaan, saya hanya akan terus mengejar transaksi-transaksi berikutnya tanpa mau membagi ilmu.

Dari 4 tokoh tadi, yang dapat kita pelajari adalah “it’s the vision, not the money.” Jika kita dapat mendefinisikan visi kita dan konsisten dalam mengejarnya, uanglah yang nantinya akan mengejar kita.

 chase the vision not the money

Bagian 2 : Who’s Got Your Back

Setiap orang yang sukses memiliki seseorang yang berdiri di belakangnya. Figur inilah yang perlu kita cari, orang di belakang kita yang menginspirasi kita. Ibarat seorang anak kecil yang baru terlahir ke dunia, ia membutuhkan orang tua yang sudah puluhan tahun hidup di dunia untuk memberikannya petunjuk dan ilmu untuk berhasil. Untuk berhasil dalam bidang apapun kita harus memiliki guru yang bagus. Belajar Kung Fu ataupun belajar bisnis membutuhkan guru yang hebat. Berikut beberapa cerita tentang orang sukses dan peran orang-orang yang membimbingnya.

whos got your back

Siapa orang di belakang Apple?

Steve Jobs, pendiri Apple Computers dan Pixar Animation Studio adalah seorang anak yang serahkan ke lembaga adopsi anak karena ibunya masih kuliah. Kemudian ia diadopsi oleh keluarga kelas menengah dengan ayah yang tidak pernah lulus SMA dan ibu yang tidak lulus kuliah. Bagaimana orang yang memiliki latar belakang biasa-biasa ini menjadi seorang millionaire pada usia muda? Siapa orang yang berpengaruh dalam kehidupan Steve Jobs?

Untuk itu kita perlu melihat kembali ke masa remajanya. Saat ia masih di kelas 2 SMP, Steve Jobs (13 tahun) dan teman-teman satu kelompoknya mendapatkan tugas untuk membuat rangkaian elektronika. Salah satu temannya berkata “kita membutuhkan chip untuk membuat rangkaian ini. Chip ini hanya bisa ditemukan di pabrik HP (Hewlett Packard).” Keesokan harinya Steve Jobs datang ke sekolah dengan membawa chip yang mereka butuhkan. Sontak teman-teman satu kelompoknya pada kaget dan salah satu bertanya “Dari mana kamu dapatkan chip ini?” Jobs menjawab “Saya telepon Bill Hewlett dan saya minta kepadanya”. Temannya bertanya lagi “Darimana kamu tahu nomor telpon Mr. Hewlett?”. Dengan ringan Jobs menjawab “Ada di yellow pages”. Sore itu Steve Jobs menelpon rumah Bill Hewlett, pendiri Hewlett Packard bersama David Packard. Jobs dan Hewlett berbicara selama 20 menit dan Jobs tidak hanya mendapatkan chip yang mereka butuhkan, tapi Jobs juga mendapatkan summer job di pabrik HP. Ini adalah awal hubungan akrab antara Steve Jobs dengan Bill Hewlett dan David Packard. Ini merupakan cara yang cukup sederhana. Simple method, simple approach.

apple fathers

Jobs muda membuktikan bahwa kita dapat menembus batas jika kita mau. Kita dapat berhubungan dengan orang yang kita kira unapproachable. Hanya dengan membuka yellow pages dan meneleponnya. Untuk zaman internet ini kita bisa mengirimkan emailnya. Buatlah dia terkesan dan dia akan meluangkan waktu bagi kita untuk bertemu dengannya.

Tokoh yang berikutnya adalah Nolan Bushnell, CEO Atari. Pada saat Steve Jobs berumur 17 tahun, ia mendatangi kantor Atari. Sebuah perusahaan produsen game console kala itu. Kepada satpam yang menjaga kantor itu dia berkata ingin mencari kerja. Tapi karena penampilannya yang tidak rapi dan kurang meyakinkan, satpam tersebut mengusir Jobs. Steve memilih untuk duduk di trotoar hingga sore harinya. Kemudian akhirnya satpam tersebut menyerah dan pergi menemui Nolan Bushnell, pendiri Atari yang juga CEOnya. Satpamnya berkata “Pak, ini ada anak muda minta kerja”. Nolan menjawab “Suruh dia masuk”.

Nolan kemudian bertanya pada Steve Jobs “Kamu mau apa?”. Jobs menjawab “Saya mau kerja”. Nolan bertanya lagi “Kamu bisa apa?”. Jobs menjawab “Saya gak bisa apa-apa, tapi saya mau kerja”. Kata kuncinya adalah mau, Jobs mau kerja. Bushnell merespon “Ok, kalau begitu kamu jadi asisten saya saja”. Mulai saat itu Jobs menemani Bushnell ke mana setiap pertemuan-pertemuan penting dan menjadi sangat intim dengannya.

Kesuksesan Apple ada karena Apple tumbuh dengan memiliki 3 ayah angkat. Ayah angkat yang pertama adalah Bill Hewlet dan David Packard, mentor dalam bidang hardware. Lalu ayah angkat yang ketiga adalah Bushnell, mentor dalam bidang software. Jobs dan Wozniak memiliki akses terhadap ketiga orang tersebut, yang merupakan orang-orang terbaik di bidangnya.

 

Siapa orang di belakang Air Asia?

Penampakan pesawat Air Asia sangat mirip dengan pesawat Virgin Atlantic. Air Asia merupakan contoh yang sangat sesuai dalam mengaplikasikan ATM; Amati, Tiru, Modifikasi. Tony Fernandes mampu mentransformasi industri pesawat terbang tidak hanya di Asia, tapi juga di dunia. Ia membuat kita dapat terbang dari Kuala Lumpur ke Paris dengan biaya kurang dari USD 250. Ia membeli Air Asia hanya dengan USD 1 karena perusahaannya saat itu sedang bangkrut. Dia poles hingga Air Asia menjadi seperti sekarang ini.

Siapakah orang di balik Tony Fernandes? Dialah Sir Richard Branson. Fernandes pernah bekerja untuk Branson di Virgin Atlantic sebentar sebelum pindah ke Virgin Music dan mengabdi pada Branson selama 4 tahun.

 

Siapa orang di balik Saratoga?

Saya di-PHK tahun 97, saat krisis moneter terjadi. Saat itu saya tidak memiliki banyak pilihan sehingga akhirnya memulai usaha dengan sahabat saya, Rosan Perkasa Roeslani. Saat itu merupakan titik nadir kehidupan saya. Saking parahnya kondisi saat itu, jika saya melamar ke 10 perusahaan maka 15 perusahaan yang akan menolak lamaran tersebut. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mandiri secara keuangan, menjadi pengusaha. Mulanya kami menyewa ruangan berukuran 4×5 meter persegi di bilangan Kuningan, dengan 3 orang karyawan. Saat itu semuanya kami lakukan sendiri, mulai dari office boy hingga mengetik. Setelah 12 tahun menjalankan usaha, Alhamdulillah kami telah mempekerjakan 20 ribu karyawan. Yang membawa saya hingga sejauh ini adalah passion saya untuk memberikan manfaat. Untuk itu, kita tidak boleh lengah karena kesempatan hanya datang sekali. Kesempatan itu ada hanya untuk orang yang siap.

Di balik semua pencapaian ini, ada orang yang sangat berperan bagi saya. Dialah William Soeryadjaya, pemilik Astra. Sama seperti Steve Jobs, dulu saya merengek-rengek ke Pak William, yang saya panggil Om William. Waktu saya menjadi pegawai di Astra, Om William ini sangat menginspirasi saya. Visi Astra yang pertama sungguh menggugah hati saya, yaitu menjadi aset bangsa. Bangsalah yang ia pikirkan pertama kali, sebelum dirinya sendiri.

Ada kepedulian dalam diri Om William kepada orang-orang di sekitarnya. Saya masih ingat dengan jelas kejadian waktu tahun 98. Saat beliau menjadi mentor saya. Setiap sabtu saya mendapat waktu ½ jam untuk makan siang. Waktu itu terjadi kerusuhan di Tanah Abang,  sekitar kantor beliau mulai dimasuki penjarah dan dibakar oleh massa.

Seorang utusan dari kantor tersebut datang untuk melapor dan berkata, “Om, kita harus bersyukur. Ruko-ruko di sekitar kantor kita habis dijarah dan terbakar. Tapi hanya ruko Om yang tidak dijarah, tidak terbakar. Mungkin ini balasan atas kebaikan dan kebesaran hati Om selama ini. Ini perlu kita rayakan.”

Namun bukannya bahagia, wajah Om William saat itu memerah menahan amarah. Setelah semenit terdiam beliau menggeleng-geleng dan berkata, “kalian ini betul-betul keterlaluan, tetangga-tetangga kalian itu tokonya dijarah dan terbakar. Bukannya membantu mereka, kalian malah mensyukuri kantor kalian tidak terbakar. Kalian seharusnya memikirkan mereka. Ini bukanlah hal yang patut disyukuri, namun suatu panggilan agar kita melakukan lebih banyak hal untuk orang-orang di sekitar kita.” Inilah keseharian dari Om William yang menginspirasi saya dalam menjalankan perusahaan untuk lebih memikirkan manfaat apa yang kita bisa berikan kepada masyarakat. Menjadikan Indonesia Setara dibanding memikirkan cara membuat perusahaan kita menjadi lebih besar, dengan keuntungan lebih tinggi, ataupun meningkatkan peringkat perusahaan di kancah internasional.

Dari contoh-contoh tersebut, sebenarnya apa konsep dari pelajaran-pelajaran tersebut? Konsep tersebut adalah apprenticeship, atau mentorship, atau disebut juga ‘nempel.’ Konsep ini pernah dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf, waktu itu beliau ‘nempel’ dengan pedagang-pedagang yang lebih senior. Nabi Muhammad SAW juga ‘nempel’ dengan pedagang-pedagang yang sudah lebih dahulu sukses. Saya percaya bahwa konsep apprenticeship inilah yang mampu membuat seseorang mengupgrade dirinya dari pemula menjadi ahli. Dari yang tidak tahu apa-apa menjadi jago Kung Fu seperti di film Kung Fu Panda.

Mentor atau guru pembimbing betul-betul dibutuhkan. Saat belajar di sekolah, kita lebih mudah memahami pelajaran jika ada guru yang membimbing. Begitu pula dalam bisnis, kalau kita mencoba dan mentok. Pasti sulit jika kita memikirkannya sendiri. Namun jika kita memiliki mentor, pasti akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah yang ada.

 

Bagian 3 Big Vision Empty Wallet: Kunci Apprenticeship, Sekaligus Kunci Kesuksesan

Lalu kunci untuk menjadi apprentice itu apa? Bagaimana kita bisa mendapat mentor? Tampaknya sulit untuk meminta Bob Sadino ataupun Ciputra untuk menjadi mentor kita. Namun jika kita mau, saya yakin kita pasti bisa. Kunci dari apprenticeship ini sejalan pula dengan kunci kesuksesan. Inilah kunci dari apprenticeship:

 

Sir Alan Sugar

1. Kejujuran

Kita harus memiliki kejujuran. We have to be true to ourself, to be honest. Kita harus percaya bahwa kejujuran bisa membuka semua pintu. Contohnya saya sendiri, saya meminta Om William untuk menjadi mentor saya, “Om, saya ingin belajar, ingin berguru sama Om.” Om William bertanya “apa motivasi kamu?” Saat itu, setelah saya di-PHK, rasa percaya diri saya hilang. Dengan jujur saya bilang, “saya tidak memiliki percaya diri sama sekali. Namun ketika saya berada di dekat Om William, motivasi saya meningkat. Saya juga ingin menunjukkan sama orang-orang kalau saya dekat sama Om William.” Beliau menghargai kejujuran saya, “Oke, kalau begitu datanglah setiap sabtu. Kita makan siang sama-sama.” Sejak itulah Om William menjadi mentor saya.

 

Teddy P Rachmat sharing tentang Kejujuran

2. Kepercayaan

Trust is everything. Modal bisnis itu amanah, kepercayaan. Dengan reputasi yang baik, kita bisa mengukir prestasi. Jika kita dipercaya, tidak ngemplang, tidak ingkar janji, orang akan berbondong-bondong ingin berbisnis dengan kita. Kita harus mampu mengatakan tidak kepada yang neko-neko sambil tetap jujur, uanglah yang akan mengejar kita.

 

3.  Never give up

Seringkali kita hanya melihat sisi kesuksesan dari seorang pengusaha. Namun dibalik setiap kesuksesan, pasti ada kegagalan. Kegagalan itu menjadi keseharian dari seorang pengusaha. Saya seringkali merasa down ketika mengalami kegagalan. Namun saya selalu ingat akan cerita yang selalu saya ceritakan, saya baca berulang-ulang. Cerita Harland David ‘Colonel’ Sanders.

Colonel Sanders mulai usaha setelah dia pensiun dan resep KFCnya ditolak lebih dari seribu kali. Oleh karena itu, setiap kali saya gagal meyakinkan bank. Saya selalu bertanya sudah berapa kali saya mencoba. Jika jawabannya baru 10 atau 20 kali, itu belum ada apa-apanya dibanding Colonel Sanders. So, never give up.

 

4.      Think outside the box

Jika kita berpikir outside the box, anything can happen. Kita harus berpikir di luar kelaziman. Contohnya saat krisis terjadi. Saat krisis terjadi, umumnya orang-orang mencari payung dan berteduh. Namun jika kita think outside the box, akan terlintas bahwa di balik krisis pasti ada peluang. Saat kami membeli hotel, orang-orang takut membeli properti dan harga properti jatuh. Kita malah berani mengambil risiko. Kita beli, modifikasi, dan renovasi. Setelah 4 tahun, hotel ini menjadi lebih bagus dan harganya menjadi lebih tinggi. Jika tidak berpikir out of the box, kesuksesan hotel ini tidak akan terjadi.

Contoh lainnya adalah bisnis batu bara. Pada tahun 2000 ketika kami akan terjun ke bisnis batu bara, semua orang menertawakannya. Rumor yang ada saat itu industri batu bara akan kolaps, tidak ada yang mau menggunakan batu bara lagi. Namun kita berpikir out of the box, kami percaya bahwa pascakrisis negara dan industri pasti membutuhkan energi dan energi yang paling mudah didapat adalah batu bara. Saat akan memulai investasi, kami mengajukan proposal ke bank namun tak ada bank yang percaya. Oleh karena itu kami coba galang dana melalui teman-teman dan investor di luar negeri.

Tahun 2005, terbuktilah bahwa investasi ini tepat. Setelah ekonomi membaik, harga batu bara naik 4 kali lipat dibanding tahun 2000. Investasi awal kami sudah naik nilainya sebesar 80 kali lipat. Saat kami beli, Adaro Energy tidak masuk dalam 500 perusahaan terbesar di Indonesia. Namun kini, Adaro menjadi 10 perusahaan terbesar yang terdaftar di BEI.

Jika konsep out of the box ini diterapkan sembari true to the nature, tidak mudah dipengaruhi oleh rumor yang ada, insya Allah usahanya akan terlaksana.

Dengan kunci keinginan yang kuat, kejujuran, kepercayaan, pantang menyerah, dan think outside the box, kita akan dapat mendapatkan mentor yang kita butuhkan dan impact yang kita inginkan dari perusahaan kita pun dapat terlaksana.

 

24 Responses to “Bervisi Besar Berdompet Kosong”

  1. Assalamu’alaikum WR WB,

    Yth Bapak Sandiaga Salahudin Uno,

    Mohon perkenalkan Pak, nama saya Amirulloh Ngadiyanto. Saya adalah seorang wirausaha muda, usia saya sekarang 32 tahun. Sebelum saya lanjutkan mungkin ada baiknya saya mohon maaf terlebih dahulu karena akan sedikit menyita waktu Bapak yang demikian berharga untuk membaca tulisan saya ini.

    Alhamdulillah, saat ini dengan bantuan keluarga, saya sedang membuat sebuah usaha warnet kecil di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selain itu kami juga diamanahi Allah SWT untuk mengelola beberapa unit ruko yang sebentar lagi akan segera terisi oleh beberapa penyewa, diantaranya Bank Mandiri dan Bank BRI. Kemudian saya juga bermitra dengan salahsatu kawan untuk membuat sebuah usaha GPS Pelacak untuk kendaraan. Alhamdulillah saat ini kami telah sedikit menjadi jalan manfaat dengan memperkerjakan beberapa orang karyawan. Dalam hal ini saya sangat kagum & terinspirasi oleh Bapak yang telah berkontribusi besar dengan menjadi jalan manfaat pada setidaknya 20 ribu karyawan.

    Tulisan blog Pak Sandi yang saat ini saya komentari sangat selaras dengan apa yang sedang saya pelajari dari seseorang yang telah saya anggap sebagai salah satu Mentor & Guru Bisnis saya, namanya Daniel S. Pena Sr, seorang pengusaha sukses pendiri TGG (The Guthrie Group). Mungkin satu-satunya perbedaan adalah ia menyebut organik growth dengan istilah internal growth dan inorganik growth dengan external growth.

    Mr. Pena sangat sering mengingatkan akan pentingnya visi bagi seorang entrepreneur, dalam hal visi ini saya 100% setuju dengan pendapat Pak Sandi yang lebih menekankan kearah impact, legacy & kontribusi untuk orang banyak & dunia ketimbang keuntungan semata. Anehnya adalah saya sendiri mendapatkan visi saya bukan sebelum memulai usaha tapi justru setelah beberapa waktu menjalankan usaha warnet. Ketika itu saya mendapati seorang anak yang tanpa malu-malu lagi menyalahgunakan layanan internet saya untuk mengakses situs yang tidak pantas dibuka. Saya marah, saya usir si anak tersebut dan segera mengultimatum semua pemakai jasa warnet saya untuk jangan sekali-kali memanfaatkan warnet saya untuk niatan buruk apapun. Dalam pandangan saya, apabila saya memfasilitasi orang untuk mendapatkan apapun niatan buruk tersebut maka berarti pendapatan saya dan juga keuntungannya nanti akan mengandung unsur yang tidak halal. Sebagai seorang muslim hal ini sangat fatal. Dapat menghilangkan keberkahan rezki seorang muslim.

    Saya pun memutuskan untuk segera memblokir akses seluruh situs terlarang melalui warnet saya. Betapa naifnya saya. Saya segera menemukan betapa sulitnya melakukan hal itu. Memerangi pornografi saja di Internet ibarat melawan pasukan yang bala tentaranya “gugur 1 tumbuh 1000″. Padahal masih banyak hal buruk lain yang ada disana, seperti penipuan, kekerasan, perjudian, dll. Namun ketika itulah Allah SWT seperti memberikan sebuah visi besar kepada saya. “Sebuah Internet Islami untuk Dunia”.

    Dari pencarian yang sebelumnya saya lakukan, saya dapati Nawala Nusantara, yaitu sebuah layanan (berbasis sukarelawan) yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Terlepas dari rasa hormat saya pada ikhtiar mereka (umumnya adalah para orangtua yang prihatin akan masa depan & akhlak anak-anak mereka), saya langsung menemukan beberapa kelemahan. Pertama, seperti yang sebelumnya saya ketahui, Nawala akan harus memblokir situs-situs yang pada dasarnya “gugur 1 tumbuh 1000″. Kedua, Basis Voluntary (kesukarelawanan) tidak akan mampu membendung industri-industri negatif yang memiliki “Tentara Finansial” berukuran Multi-Milyaran Dollar! Ketiga, Nawala akan ‘bermain’ dengan aturan yang dibuat “Sang Lawan”. If you Don’t Like it, Just Beat It!

    Maka saya harus berpikir Outside the Box. Saya ingat bahwa pada dasarnya Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi yang menghubungkan interaksi antar manusia. Padahal tidak semua orang memiliki aturan interaksi yang sama, seperti halnya perbedaan aturan antara negara yang satu dengan yang lain. Sesuai tempat lahirnya, Internet yang ada saat ini sangat cocok digunakan oleh negara & masyarakat berpaham liberal, dimana mereka lebih mengedepankan kebebasan informasi serta menyerahkan baik buruknya informasi tersebut kepada penilaian tiap individu. Namun internet yang seperti apakah yang patut digunakan oleh seorang muslim? Tentu saja internet yang sesuai dengan aturan hidupnya, yaitu Islam. Jadi saya menganalogikan internet itu seperti perbankan. Internet yang ada sekarang ini seperti perbankan konvensional, sedangkan Internet Islami akan seperti perbankan syariah. Bila didalam Internet ‘Konvensional’ dapat bercampur antara yang baik dengan yang buruk, halal dengan haram, haq dengan bathil, serta manfaat dengan mudharat, sedang dalam Internet Islami hanya akan ada yang baik tanpa yang buruk, halal tanpa haram, haq tanpa bathil, serta manfaat tanpa mudharat. Bila para penyedia konten internet ingin memasuki pasar pengguna internet muslim, maka bukanlah kaum muslim yang harus menyesuaikan diri terhadap konten internet (seperti melakukan filter & sensor), tapi sebaliknya konten internetlah yang semestinya tunduk pada aturan kaum muslim, dan kaum muslim berhak memonitor kepatuhan mereka serta menghukum apabila terjadi pelanggaran.

    If you aren’t prepared to die for your dreams, you aren’t prepared to live for them. Saya siap untuk memperjuangkan visi saya ini mati-matian. Dan saya yakin hal yang sama juga rela Pak Sandi lakukan pada visi “Indonesia Setara” anda, bukan? Anda dan saya pasti akan tetap mengejar visi-visi tersebut meskipun banyak orang menertawakan atau bahkan menganggapnya sebuah kemustahilan. Tapi bedanya Pak Sandi telah berulangkali melakukannya, mengubah sesuatu yang sebelumnya mustahil menjadi suatu keniscayaan.

    Sehingga sampailah saya pada inti tulisan saya. Saya sepenuhnya sadar bahwa saat ini saya seperti mentok. Kalau saya ingin mendapatkan kemajuan, apalagi progress yang cukup signifikan maka saya sangat membutuhkan hadirnya seorang mentor bisnis yang dapat membimbing saya untuk mencapai visi yang saya tuju. Seseorang yang telah benar-benar melakukan apa yang hendak saya lakukan. Seseorang yang dapat saya mintai saran dan pendapatnya agar saya dapat meng-upgrade diri dari seorang pemula menjadi seorang ahli. Seseorang yang masih mungkin saya temui (Mr. Pena tinggal di Inggris, sehingga terlalu jauh untuk saya jumpai). Seseorang seperti anda, Pak Sandi. Apakah Pak Sandi berkenan untuk menerima saya belajar langsung kepada anda sebagaimana dulu anda pernah berguru langsung kepada Bapak William Soeryadjaya? Insya Allah saya telah bertekad untuk menerapkan kunci apprenticeship yang anda tuliskan dalam kehidupan saya. Sejujurnya, saya merasa malu karena saya tidak mampu menawarkan sesuatu yang setara dengan apa yang saya minta kepada Pak Sandi. Namun saya memberanikan diri untuk menanyakan langsung kepada Pak Sandi sendiri, apa kira-kira yang Pak Sandi harapkan dari saya seandainya/agar Bapak berkenan menerima permintaan saya tersebut?

    Sungguh sangat besar harapan saya agar Pak Sandi berkenan membimbing saya. Namun saya menyerahkan keputusan itu kepada Bapak sendiri. Apapun keputusan tersebut akan saya terima dan saya hargai. Insya Allah saya yakin Allah akan senantiasa memilihkan yang terbaik kepada hamba-Nya yang benar-benar bersungguh-sungguh menolong agama-Nya. Apabila ada kata-kata saya yang salah atau menyinggung Bapak Sandi saya mohon maaf sebesar-besarnya. Dan akhirnya saya berterimakasih atas waktu dan perhatian yang Bapak berikan terhadap tulisan ini.

    Wassalamu’alaikum WR WB

    AMIRULLOH NGADIYANTO

     
  2. Assalamualaikum.wr.wb.Mas Sandiago Uno, saya yakin semua orang ingin sukses, dan saya sedang menuju ke arah sukses.Sumberdaya, jaringan saat sekarang sedang saya gerakan untuk mencapai misi besar INDONESIA TERSENYUM. Saya akan bertemu mas Sandiago dan tentunya Mas Sandiago bersedia telah menjadi MENTOR saya , salam @apipcinta Email: TanyaApip[dot]Gmail.com , saya tunggu jawabannya, terimakasih

     
  3. Mas Sandiaga, kami aktif di Komunitas UMKM. Di Jogja saja anggota kami puluhan ribu UMKM. Kami ingin bekerjasama membangun kekuatan UMKM, dan berniat mengundang anda untuk berdiskusi tentang pembangunan UMKM sebagai pilar utama stabilitas sosial-ekonomi bangsa. Jika berkenan mohon kami dapat kontak lebih lanjut untuk merelaisasikan ide tersebut. Kami sedang mencari sosok yang bersedia secara serius membangun UMKM. Matur nuwun. Aditya (08156886292)

     
    • Aditya
    • Reply
  4. waw, luar biasa sharing-nya pak…. suatu contoh nyata… trims dan mohon bimbingannya…

    salam,
    BUDI Rachmat

    http://twitter.com/budi_rachmat .

     
  5. Yg paling menginspirasi saya dalam tulisan ini adalah kolonel sanders memulai usahanya setelah pensiun, artinya, tidak ada kata terlambat untuk memulai, saya mulai usaha dari menjualkan barang produksi orang lain, karena saya belum punya produk sendiri, saya ingin memulai dengan brand saya sendiri, sebuah produk yg berbeda, yang punya ciri tersendiri dan berharap dapat diterima oleh konsumen, gambaran rinci ttg produk belum ada, tetapi gambaran kasarnya sudah ada, tidak jauh dari bidang saya skrng, seputar hijab dan muslimah. Sangat ingin bisa belajar langsung dari Pak Sandi. Terima kasih untuk tulisan yg menginspirasi :)

     
  6. inspiratif sekali, terima kasih pak sandiaga

     
  7. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhi.
    Bapak Sandiaga Salahuddin Uno yang kami hormati, saya ingin menerima tantangn Bapak soal kepala semut dan ekor gajah. Saya tidak mau jadi ekor gajah, tapi juga tidak mau jadi kepala semut. Saya mau jadi kepala gajahnya sekalian.
    Bapak sangat peduli sama UMKM, jangan khawatir saya punya jawabannya, insya Allah bisa memuaskan Bapak. Saya sudah memberikan proposal tawaran kerjasama dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Kalau tidak salah kata ibu Maria secretaris Bapak, proposal saya sudah di meja Bapak. Mari sama-sama kita atasi masalah kemiskinan dan UMKM ini. Untuk itu saya mohon diberiakan kesempatan audiensi.
    Sekian terimakasih.
    Wassalam

    Muhammad Hasril Kisan

     
    • Muhammad Hasril Kisan
    • Reply
  8. Super sekali Pak Sandiaga. Inspiring!
    Pak, banyak pengusaha yang sukses karena mereka bekerja bersama. Contoh: (Apple=Jobs & Wozniak, dll). Adakah pengusaha yang sukses karena mereka merintis usaha sendiri (independen)?
    Terima Kasih. :)

     
  9. Assalamualaikum,

    Dear Mas Sandi,

    Saya pengagum Anda dari jauh, saya tinggal di Timteng tepatnya di Kuwait.
    Dari pembicaraan dg Ust. Yusuf Mansur ketika berkunjung ke Kuwait dan menginap dirumah saya ditambah dengan pertemuan dengan Mas Mono pemilik ayam bakar di Tebet, telah meyakinkan saya bahwa Andalah yang selama ini saya “cari-cari”

    Saya bekerja di dunia penerbangan, saat ini saya bekerja di Kuwait Airways sebagai Technical Advisor Airbus A310/A300, A320/A340 sudah memasuki tahun ke 12 saya bekerja sebelumnya saya bekerja di Merpati semalam 22 tahun.

    Perusahaan penerbangan begitu tumbuh pesat di Tanah Air, yang saya pikirkan adalah tingkat keselamatan dan pasokan spare partnya untuk terus bisa beroperasi melayani demand yang semakin tinggi tentu dengan tujuan keselamatan yang prima.

    Bisnis inilah yang akan saya geluti untuk bisa segera pulang kampung berbakti kepada negeri sendiri.

    Untuk itu saya mohon arahan dan tentunya saya ingin sekali menjadi bagian dari apprenticeship dengan Anda.

    Terima kasih
    Wassalam
    +965 99568864

     
  10. Assalamuallaikum wr.wb
    Salam kenal Pak sandi…, Saya Anas Nasrul, usia saya 27 tahun, basic bisnis saya di bidang kesehatan yaitu Laboratorium Klinik. Sebelumnya saya ingin bercerita dulu kepada bapa mengenai biografi saya kenapa sya bisa terjun ke dunia kesehatan. Mohon disimak ya Pak Sandi :
    Saya hanya seorang lulusan SMA dari daerah ciamis, pada saat itu orang tua saya tidak bisa membiayai saya untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, sehingga saya memutuskan untuk mencari pekerjaan, setelah melamar kesana kemari akhirnya saya diterima bekerja di laboratorium Klinik PRAMITA sebagai Pembantu Umum, selama bekerja saya berprinsip pada budaya yang diajarkan orang tua saya yaitu JUJUR, CEKATAN, dan HARUS MAU BELAJAR, sehingga karir saya pun sedikit demi sedikit meningkat sampai akhirnya saya bsa masuk ke bagian pemasaran. Selama di pemasaran, prestasi saya menonjol sehingga banyak relasi yg ingin bekerja sama dengan sya, Saya berpikir mungkin ini peluang sya agar bisa lebih baik di masa depan, terus terang saat itu saya tidak memiliki visi apapun yang selalu ada di benak sya itu ” Saya ingin seperti Bob Sadino, Ciputra dan Sandiaga Uno ” padahal waktu itu saya belum tahu siapa mereka dan berbisnis di bidang apa, yg saya tahu hanya mereka adalah orang2 sukses. Pada akhirnya saya melepas tempat saya belajar dan bermimpi karena pada saat itu saya ditawari untuk mengelola Laboratorium kecil di daerah jakarta barat.
    Selama 2 tahun saya belajar mengelola sebuah laboratorium dari yang asalnya minus sampai bisa menghasilkan profit dan saya benar2 menghayati apa arti sebuah visi, passion, trust, apprenticeship bagi seorang leader. Terus terang disini saya sangat berterima kasih pada mentor saya sebagai owner dari laboratorium yang saya kelola, Terima Kasih Bapak Yongky Sabari your the best.
    Satu Hal lagi, Saya ingin berterimakasih sebesar-besarnya pada Pak Sandi karena berkat tulisan bapa saya jadi memiliki visi yang lebih mulia yaitu ingin “Meningkatkan Kesadaran akan Kesehatan bagi semua penduduk Indonesia terutama di daerah” karena terus terang biaya kesehatan saat ini sangat mahal makanya apabila manusia indonesia tingkat kesadaran akan kesehatannya sudah tinggi mereka tidak perlu repot2 keluar biaya mahal karena semuanya itu bisa dicegah sebelumnya. Sekali lagi Pak Sandi Terima Kasih atas inspirasinya, mudah2an semakin banyak sandiaga uno – sandiaga uno lain yang bisa menginspirasi banyak orang khususnya Indonesia. Mohon Bimbingannya Pak Sandi…Saya sangat berharap bsa bertemu dengan bapa hanya sekedar untuk bertukar pikiran….Wassalam

     
    • Anas Nasrul
    • Reply
  11. Ternyata begini cara nnya..jadi semangat lagi
    terima kasih pak sandi.

    Luar bisa

    Darwis

     
  12. Kepada Bapak Sandiaga Uno
    Saya ingin Bapak menyimpan tulisan saya ini, sama seperti yang saya lakukan. Saya ingin Bapak tahu kalo di masa datang ada seseorang yang Anda datangi untuk Anda ajak kerjasama dalam bisnis Anda yaitu saya Kristian Danang Purnomo, orang yang sangat termotivasi berkat artikel Anda ini.
    Mimpi???
    Apakah saya sedang bermimpi ketika menuliskan surat ini? Apakah saya tidak sadar dengan apa yang ada pada saya saat ini hingga saya berani menuliskan surat ini? Ya saya sadar bahkan sangat sadar akan apapun yang ada dan saya miliki saat ini, yaitu saya sadar saya tidak memiliki apa-apa dan saya bukan siapa-siapa. Tapi satu hal yang saya percayai adalah mimpi. Saya percaya sekali bahwa mimpi yang besar akan membuat orang menjadi besar. Sama seperti ketika saya menuliskan surat ini yaitu mimpi-mimpi besar yang saya percayai saya miliki ini akan membawa saya menjadi besar dikemudian hari sebesar bahkan lebih besar dari mimpi itu sendiri.
    Saat ini, saya adalah seorang mahasiswa tingkat terakhir dari salah satu sekolah kedinasan di Indonesia. Kata orang-orang, saya sudah mencapai titik yang nyaman. Tinggal nunggu lulus, ditempatkan kemudian bekerja. Tapi ada satu yang mengganjal yaitu apakah saya bisa mewujudkan cita-cita awal saya dulu. Saya ingin orang-orang pintar dan hebat datang mencari saya untuk bekerja kepada saya. Saya ingin mempekerjakan bukan dipekerjakan. Saya ingin membuka lowongan pekerjaan bagi banyak orang, bukan saya mencari lowongan pekerjaan bersama banyak orang. Itulah cita-cita saya dulu dan tetap menjadi cita-cita dan mimpi saya sekarang. Latar belakang saya yang berasal dari desa dimana orang tua saya hanya sebagai pegawai desa rendahan, membuat saya sangat termotivasi untuk lebih bermanfaat. Saya akui saya sebenarnya juga sangat beruntung, karena sebagian besar teman saya di desa putus sekolah dan berakhir menjadi pekerja bangunan dan buruh tani. Satu hal yang masih saya ingat ketika saya SD adalah besok ketika ada teman yang kekurangan hendaknya bisa dibantu. Itulah awal mula mimpi dan cita-cita saya saat ini. Saya ingin jadi wirausaha yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, terutama orang-orang yang membutuhkan.
    Tentu dengan mimpi dan cita-cita besar yang saya miliki itu bukan tanpa alasan. Saya banyak mendengar ataupun membaca bahwa banyak orang meraih cita-citanya dan menjadi besar saat ini adalah berawal dari mimpi. Begitu pula saya, saya yakin kelak saya akan bisa menjadi besar dengan mewujudkannya secara nyata bukan dengan terus bermimpi saja.
    Dari artikel Bapak ini, ada dua hal yang sangat masuk dalam pikiran saya yaitu tentang MAU dan Passion. Saya memang cuma mahasiswa biasa, tapi saya mau dan saya ingin belajar. Tentang passion, saya meyakini jika apapun jalan yang saya pilih apapun risikonya, jika saya memang berminat dan memiliki passion saya yakin saya akan berhasil.
    Tiap malam saya berusaha merangkai mimpi saya sekaligus berusaha mencari cara mewujudkan mimpi itu. Tapi banyak hanya berakhir dengan dari mana saya akan mulai. Saya kebingungan tak tau harus mulai dari mana. Saya membutuhkan bantuan, saya membutuhkan bantuan Bapak untuk menjadi mentor saya mewujudkan mimpi-mimpi saya. Bapak bilang bahwa apprentice sangat penting. Bapak juga bilang untuk mendapatkan mentor memang sulit namun jika kita mau, yakin kita pasti bisa. Saya memang hanya orang biasa, tapi saya mau belajar Pak.
    Terima kasih.

     
  13. bagus banget artikelnya Pak Uno! kisah darinya (Steve Jobs) sangat inspiratif sekali, memang mental itu betul2 mutlak diperlukan oleh seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur yang sukses itu harus punya keberanian, tidak gengsi dan mau belajar dan ‘mengemis’ ilmu pada orang yang memang ‘ahlinya’, dan Steve membuktikan bahwa hanya dengan bermodalkan ‘semangat ingin bisa’ itu lah Apple jadi seperti sekarang, he left a very very valuable legacy, good job !

     
  14. assalaamu’alaikum..

    tulisan ini mengingatkan saya kepada ratusan surat lamaran pekerjaan yang sudah saya kirimkan ke banyak perusahaan…

    pertanyaannya adalah, kalau saya bukan Sarjana, bukan diploma.. apakah anda akan mempertimbangkan atau bahkan melihat isi dari surat lamaran yang saya kirimkan? meskipun saya sudah menyatakan bahwa saya adalah seorang pekerja keras yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan fastlearner..

    kesempatan2 seperti ini yang jarang.. atau mungkin tidak pernah ada di Indonesia.. smua terpaku ijasah.. bukan skill.. kamu lulusan mana, berapa IPK kamu, maaf posisi ini hanya untuk lulusan universitas ternama..

    begitu banyak potensi yang terbuang.. begitu banyak potensi yang tersia2..

    tebal muka gak laku di indonesia, orang membanting pintu di muka anda karena anda tidak kuliah..
    aprenticeship? satu banding seribu mungkin ya..

    mungkin ini satu2nya comment bernuansa negatif.. saya hanya berharap anda mendengar.. saya bukan satu2nya.. saya hanya berharap anda melihat.. karena saya bukan satu2nya..

    Indonesia butuh banyak orang seperti anda.. yang mengutip jaman steve jobs muda untuk di praktekkan di jaman sekarang..

     
    • elfan
    • Reply
  15. Saya baca artikel ini pagi, sebelum saya memulai aktifitas. Inspiratif sekali Pak Sandi, ibaratnya saya temukan titik mencerahkan untuk meniti hari-hari kembali, yaitu jujur, kepercayaan, pantang menyerah, dan berpikir diluar kebiasaan.
    Terimakasih Pak Sandi, akankah Pak Sandi ke Samarinda, berbagi pengalaman di sini?

     
    • indra raya
    • Reply
  16. woww.. ternyata sebelum membaca artikel ini, saya dan Pak Sandiago telah memiliki Frekuensi yang sama..

    ini salah satu artikel yang pernah saya tulis di website saya.
    http://www.liumeiling.com

    JADILAH AHLI DIBIDANGMU
    Jika anda Hanya Berfokus utk mendapatkan UANG dalam pekerjaan anda, anda tidak salah.

    Tetapi sedikit Keliru.
    ——————————————————————————–
    statement ini selalu bergema dalam diriku, sejak pertemuanku 2tahun lalu dgn seorang teman ayahku, Pengusaha asal Pontianak, Main Dealer Lampu Osram.

    dia menjawab BE EXPERT.

    Jika hanya berfokus pada UANG, Kita mudah tergelincir utk Kecewa atau menyerah ketika mengalami Masalah or hambatan( ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dgn apa yg kita harapkan)

    Berfokuslah Pada PENINGKATAN DIRI.
    Bekerjalah dengan sepenuh hati, melakukan yg terbaik yang bisa diLakukan.

    Pada saat mengalami tantangan dalam perjalanan Karir kita, kita anggap ini adalah SEBUAH PROSES PENINGKATAN KUALITAS DIRI.

    Ketika kita semakin AHLI dalam bidang kita. UANG pasti mengikuti kita, seperti bayangan yang senatiasa mengejar kita.

    Berikutnya.

    BEKERJA ADALAH IBADAH.
    Pasti pernah mendengar istilah’bekerja adalah ibadah’

    Bisakah pekerjaan atau bisnis yg dikerjakan setiap hari u menopang kehidupan keluarga
    Sekaligus menjadi Ibadah kita kepada Tuhan?

    PARADIGMA UMUM selama ini adalah PEBISNIS sulit untuk Mencapai KEKAYAAN SPIRITUAL, karna prinsip dasar bisnis adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

    Prinsip diatas mudah menjerumuskan kita pada egoisme, serakah, dan menghalalkan segala cara u mencapai tujuan.

    Bagaimana menjadikan kegiatan bisnis sejalan
    Dgn Bentuk Ibadah kita kepada Tuhan

    Intisari Kegiatan BISNIS adalah MELAYANI kebutuhan org lain. Pelayanan Kepada sesama adalah salah satu bentuk Ibadah.

    #Alih2 fokus mendpt keuntungan sebanyak-banyaknya,
    Berfokuslah untuk memberikan Kontribusi Terbaik berupa pelayanan terbaik, bagaimana produk anda membawa manfaat besar bagi org lain.

    Uang adalah akibat seberapa besar Kontribusi(manfaat) yg kita berikan pada kehidupan org lain.

    Semakin baik kita berkontribusi pada org lain, semakin besar keuntungan yg kita peroleh.
    Semoga kita sukses dunia, bahagia diakhirat.

    Selamat Pagi teman semua dan Selamat Menyongsong Bulan Agustus.

    Kepercayaan diri saya meningkat setelah membaca artikel Bapak, Bahwa Pola Bepikir saya sudah ada Ditrack yg benar.
    Mungkin saat ini saya sebuah Benih yang baru bertunas. Semoga kelak Tunas ini Tumbuh Menjadi sebuah Pohon Raksasa tempat banyak orang bisa berteduh dan merasakan kenyamanan dibawahnya, semoga setiap orang bisa menikmati Buah dari pohon Raksasa yang Lebat ini.

    Amin!!

     
  17. Assalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh….sangat menginspirasi,,,…sya memang tidak/belum sesukses seperti bapak tpi dengan membaca kisah diats sya menjadi termotivasi untuk lebih menghargai waktu and tdk ingin menyia2kn kesempatan yg gx akan pernah datang setiap kali kita inginkan.jdi disaat apapun..disetiap waktu yg terus berjalan sya akn slalu bersemangat bt belajar and action….”jgn jadikn waktu,tenaga and pikiran yg kita punya menjadi suatu kesia2an”.itu moto hidup saya.wassalam….

     
    • anjhy
    • Reply
  18. Selamat Malam Pak, salam kenal untuk P. Sandi, terus terang pak,saya baru menemukan dan langsung membaca blog bapak, benar2 bisa dijadikan motivasi u/ kita2, khususnya saya yg sedang belajar u/ bisa menjadi besar bidang usaha saya, saya bergerak di bidang membuatan Hardware Supermaket (rak2 dll), tapi yg penting dari saya sekarang adl motivasi dan arahan, masukan u/ saya dan usaha saya.
    Terima Kasih

     
  19. Mohon bimbingan dari Pak Sandi agar saya bisa seperti Bapak.
    Terimakasih

     
  20. assalaamu’alaikum warohmatullah

    bagimana caranya kami bisa mengembangkan FRANCHISE AKHERAT ? MATURNUWUN

    WASSALAAMU’ALAIKUM WR. WB

     
  21. ass wr wb…yth bapak sandiaga salahuddin uno…terimakasi atas tulisan dan artikel yang sangat membantu untuk kami bisa tetap berjalan di usaha pertambangan nikel kami , walau kami sekarang baru memulai lagi dari awal setelah jatuh dan hampir hilang di usaha ini , kami tetap memegang dengan kerja keras , kerja cerdas , kerja ikhlas ,,,kami rasakan keterpurukan ini , usaha ini saya buat dengan kerja sendiri tampa modal dan bantuan investor , mohon petunjuk kepada kami agar usaha ini bisa maju dan sukses dan bermampaat untuk semua masyrakat

    wassalam

     
  22. Assalamu’alaikum wr wb,
    Yth. Pak Sandiaga Uno

    Terima kasih atas motivasi yang diberikan. Artikel bapak membuat saya semakin termotivasi untuk bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi. Saat ini saya sedang berusaha untuk melestarikan rajutan di Indonesia. Dengan beraneka ragam produk yang dibuat. Serta menyebarluaskan kepada generasi muda. Banyak orang yang meremehkan hasil rajutan. Tapi saya yakin, suatu hari nanti rajutan hasil karya saya bisa mendunia. Dan memberikan manfaat untuk sebanyak2nya umat. Aamiin

    Jika bapak berkenan, saya ingin sekali mendapat bimbingan dari bapak. Menggali ilmu lebih banyak lagi dari bapak

    Wa’alaikumsalam wr wb

     
  23. Saya Ingin belajar langsung dari beliau “Pak Sandiaga S Uno,Caranya..?
    Mohon dengan sangat pencerahanya.

    Email : kanchiel_85@yahoo.com
    Tlp : 081999042600

     
    • didik purnomo
    • Reply
  24. menarik sharingnya..namun pendapat saya…memang yang terpenting adalah call nya atau panggilan dalam hidup, banyak tokoh seperti gandhi, mother teresa atau linus , tidak harus mencapai materi yang tinggi alias kaya…
    namun bisa berbagi dan yang terpenting redistribusi kekayaan….yang banyak dilupakan orang yang sudah makin kaya makin menggila mencari kekayaan, hingga akhirnya terjadi apa yang sekarang di USA dan Eropa, adanya unsustainable growth of economy…..free competition in the market…..menghalalkan segala cara. Kalau kita mempelajari segitiga Maslow, dimana jika seseorang telah mencapai puncak , alias penuh materi, pangkat, titel dll, harusnya memiliki self aktualisasi yang tinggi dimana brand, titel, harta tidak ada artinya samasekali, ternyata teori ini menjadi gagal karena ternyata orang malahan menjadi greedy dengan mencaplok dan memakan orang lain…..homo homini lupus……apakah visi keagamaan bisa melawan arus ini????

     
    • alex
    • Reply

Leave a Comment

All Rights Reserved