Empat Tips Sukses Dalam Berwirausaha Bagi Mahasiswa Pengusaha

Sharing dengan Mahasiswa Pengusaha Penerima Beasiswa Mien R. Uno Foundation (MRUF) dari UI, IPB, UNPAD, ITS, UGM dan UNAND mengenai Rumus Sukses :

Perjalanan Recapital berawal dari ide pada tahun 96 dan kemudian mulai dijajaki tahun 97 sewaktu ada krisis dimana saya diberhentikan.

Dulu saya bercita-cita ingin menjadi seorang profesional dan betul-betul fokus memikirkan kelangsungan karir saya. Tapi, akibat krisis tahun 1997 semua yang saya bangun dalam karir saya dalam sekejap lenyap. Karena waktu krisis tiba-tiba hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan, hal-hal yang tidak pernah direncanakan itu bisa terjadi. Singkat kata, walaupun karir saya baik, walaupun kita memegang teguh komitmen sebagai profesional, ternyata terjadi krisis dimana kita tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang terjadi.

Satu hal yang saya pelajari dari kejadian tersebut bahwa banyak hal yang ada diluar kontrol kita. Kita mesti bersiap-siap dalam setiap kesempatan. Jadi resiko itu adalah bagian yang tidak terpisahkan baik kita sebagai profesional, terutama kalau kita sebagai entrepreneur. Jadi pengalaman itu saya terima dan memang jatuh terpuruk di krisis 97 memaksa saya untuk memusatkan diri kepada usaha yang saya dirikan ini.

Memang awalnya sangat-sangat sederhana, nggak mimpilah punya kantor seperti ini (Recapital Building). Dulu kantor yang kita sewa hanya seluas 8×10 meter di Kuningan, karpetnya berwarna pink dan banyak kaca-kacanya. Tidak terlihat seperti kantor. Saya tanya kepada partner saya Rosan, “Ini kok kita kantornya seperti ini? Tidak mirip kantor penasehat keuangan atau konsultan keuangan”. Kata Rosan “Memang ini dulunya bekas kantor modeling agency”. “Pantesan banyak kaca-kacanya untuk orang latihan menjadi model” ujar saya.

Sedihnya lagi, kita tidak memiliki pendanaan untuk merenovasi kantor. Jadi kita akalin waktu itu gimana caranya mengajak klien ke kantor kalau kita ingin menjual jasa kita? Karena begitu datang ke kantor kita dia pasti akan berfikir “wah ini sih gak bonafit. Punya kantor seperti ini ingin menawarkan konsultasi keuangan”.

Akhirnya kita cari akal, waktu itu kiatnya kita menjemput bola. Jadi kalau mau melakukan pertemuan itu selalu di kantor klien atau di tempat-tempat seperti di lobi hotel, restoran dan lain-lain. Jadi awal-awal kita sangat susah, jatuh bangun dan kadang-kadang memikirkan gaji karyawan yang ikut sama kita aja sangat sulit. Mulai dari ide, proposal, sampai mengantarkan surat ke klien itu kita kerjakan dengan sendiri dll.

Rumus sukses pertama yang saya ingin selalu sampaikan adalah Kerja Keras. Kita harus punya komitmen untuk melakukan suatu pekerjaan dengan 100% komitmen kerja keras. Namun tidak cukup kerja keras karena pada saat itu juga banyak sekali tantangan. Karena kita sebagai pengusaha muda yang tidak memiliki pengalaman, susah kadang-kadang bersaing dengan konsultan asing maupun konsultan-konsultan yang sudah terlebih dahulu menggeluti bidang konsultasi keuangan.

Akhirnya kita melakukan rumus kedua adalah kita harus Kerja Cerdas. Kerja Cerdas itu kita betul-betul menggunakan segala akal, pikiran, dan riset yang kita miliki untuk memberikan solusi kepada klien. Kalau misalnya bisnisnya food & beverages, kita harus menawarkan suatu solusi, misalnya seperti minuman yang enak namun sehat dan lain-lain. Apa solusi yang bisa kita berikan kepada pasar, kepada calon pengguna produk maupun jasa kita.

Dulu kita belum dipercaya, makanya orang sulit bayar dimuka. hal ini kita siasati dengan menawarkan kepada klien dimana mereka tidak perlu bayar didepan. Tapi bayar nanti kalau restrukturisasi keuangannya sudah selesai. Kadang-kadang mereka juga tetap tidak bisa melakukan pembayaran. Jadi kita kasih solusi cerdas. Kalau tidak bisa membayar dengan dana tunai, bisa dengan bentuk saham. Dari saham-saham yang kecil-kecil itu kita kumpulkan dan akhirnya menjadi bekal transformasi kita dari perusahaan konsultasi menjadi perusahaan investasi.

Nah itu hasil daripada kerja cerdas. Jadi awalnya kita memberi konsultasi kepada perusahaan batubara, pada saat akhirnya kita bisa memiliki saham diperusahaan batubara. Awalnya kita memberikan konsultasi di perusahaan infrastruktur, sekarang-sekarang ini kita memiliki saham di perusahaan infrastruktur. Jadi pilar kedua adalah kerja cerdas.

Pilar ketiga, yang selalu kadang-kadang dilupakan oleh pengusaha-pengusaha muda yaitu Kerja Tuntas. Finish what you started, kalau mulai sesuatu kita harus akhiri. Kita harus konkritkan, kita harus selesaikan. Kadang-kadang kita memulai sesuatu rencana itu kita giat diawal. Misalnya seorang entrepreneur itu kadang-kadang begitu menekuni sesuatu, terus lihat temannya yang bisnisnya lebih sukses misalnya penerbitan buku. “Wah kayaknya enak nih penerbitan buku”. Akhirnya usaha food & beveragesnya ditinggal dan ikut membuat penerbitan buku. Nah kerja-kerja yang tidak tuntas seperti itu akhirnya sangat-sangat tidak efektif dan tidak bisa menghasilkan sesuatu kinerja yang baik.

Kami fokus di bidang konsultasi keuangan, sampai detik ini kita fokus di bidang keuangan. Hanya memberikan solusi di bidang keuangan baik dalam segi investasi maupun dalam pengembangannya ke depan. Kita fokus pada upaya bagaimana bisa menggalang dana dari capital market atau pasar uang. Jadi selain kita fokus kita kerja tuntas. Apa yang kita awali ditahun 97 tuntas sampai sekarang.

Jadi kuncinya kerja tuntas itu kita harus mampu melakukan sesuatu dengan fokus dan profesional. Terakhir yang ingin saya share adalah pada ujungnya kita harus Kerja Ikhlas. Semua itu harus dimulai dengan niat yang baik dan pada akhirnya harus ada keikhlasan. Karena ikhtiar yang kita sampaikan ini akhirnya mungkin bisa membuahkan hasil, namun mungkin juga tertunda. Nah butuh suatu semangat keikhlasan.

Karena teman-teman kadang berkata “Wah saya sudah kerja keras, saya sudah berikan semua yang saya miliki tapi apa yang saya cita-citakan belum tercapai. Ini gak adil”. Yang kita kontrol itu adalah ikhtiar. Ikhtiar kita adalah memberikan 100% dan kita harus memberikan komitmen yang terbaik. Juga harus memiliki rencana yang baik. Itu ikhtiar yang kita kontrol. Tapi banyak hal yang diluar kontrol kita. Tapi saya percaya kan rezeki itu tidak pernah tertukar. Rezeki itu sudah digariskan untuk kita, yang kita bisa kontrol adalah bagaimana ikhtiar kita untuk menjemput rezeki tersebut.

Dengan 4 kiat tadi, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas saya yakin apa yang kita jalankan juga akhirnya bukan saja membuahkan hasil. Tapi juga ketentraman bagi kita. Karena pada ujungnya kalau kita ikhlas, apapun hasilnya tentunya kita serahkan kepada Allah SWT. Saya beruntung usaha yang dimulai tadinya kantor kecil dengan karpet pink bisa bertumbuh seperti ini dan dari 3 karyawan sekarang sudah ada 20.000 karyawan yang bernaung di dalam grup kami.

Tapi satu hal yang tidak berubah, saya tetap makan 3 kali sehari. Saya tetap olahraga kalau pagi. Jadi buat kita sekarang adalah bagaimana kita memberikan manfaat yang terbaik. Rezeki itu begitu banyak diberikan kepada grup kita. Tantangan bagi kami pendiri dan pemegang saham maupun karyawan dan staf disini adalah bagaimana grup usaha kami itu bisa memberikan manfaat yang terbaik kepada komunitas kita, kepada bangsa kita, dan kepada rakyat Indonesia.

Sehingga mimpi kita bahwa Indonesia ini adalah negara besar, dan memiliki potensi yang besar bisa menyetarakan antara potensi dan realisasi bangsa ini. Jangan hanya Indonesia terkenal sebagai negeri 17.000 pulau. Negeri yang memiliki 240 juta rakyat dan populasi tetapi tidak memiliki kemandirian dan tidak memiliki kesetaraan.

Saya senang bisa kenal dengan 14 pengusaha mahasiswa terbaik Mien R. Uno Foundation yang sedang mengikuti workshop pencatatan keuangan sederhana. Saya yakin pasti kalau tidak ada 5 atau mungkin 10 atau 14-nya menjadi pengusaha yang sukses dan memiliki usaha yang harusnya lebih besar dari Recapital, karena kalian mulai dari mahasiswa. Saya dan Rosan baru mulai usaha itu baru di umur 28 tahun. Jadi teman-teman disini sudah mulai 5 atau 7 tahun lebih cepat daripada kami. Jadi mestinya harus lebih sukses daripada Recapital. Amin

Tagged , , , , , , , , , ,

29 thoughts on “Empat Tips Sukses Dalam Berwirausaha Bagi Mahasiswa Pengusaha

  1. evi dyna says:

    how inspiring…thanks pak…we love you..diingat ingat terus deh kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas

  2. sangat menginspirasi pak.. :D
    saya dari salah satu universitas swasta di jakarta punya niat untuk menjadikan bapak menjadi pembicara/narasumber dari acara seminar yang insya allah kami adakan pada bulan desember pak,, mohon sangat pak konfirmasi bisa atau tidaknya, kami sangat berharap bapak bisa menjadi pembicara/nara sumber pada acara kami…
    terima kasih pak

  3. Edward says:

    ke 14 orang itu darimana ya pak? saya pengen sekali masuk menjadi salah satu anggota itu, mungkin setelah graduation business admin sy 3 thn ke depan

  4. Inspirng :)
    Walo bukan mahasiswa lagi, tapi tips sukses nya tetap relevan! :)

  5. Yugie says:

    bapak di PT. MPM motor bapak juga menjabat sebagai komisaris y… boleh di sharingkan pak bagaimana bapak juga bisa bergelut dibidang motor…

  6. joko says:

    Salut …. Ada orang muda yg berfikiran manual

  7. heryadi says:

    Terimakasih Mas Andi…, anda membuat saya semangat pada bisnis yang saya geluti…
    Tetap sehat dan sukses selalu yah Mas Andi…
    Salam

  8. uwan says:

    Tips yang inspiratif.
    Namun sayangnya, lingkungan sosial di negeri kita, belum terlalu mendukung iklim wirausaha di Indonesia.
    Contohnya lingkungan keluarga terdekat kita. Sangat jarang orang tua, atau calon mertua yang senang, atau rela anaknya berwirausaha.
    Rata-rata harapan orang tua dan lingkungan sosialnya, setelah tamat kuliah, kalau bisa anak, atau calon menantunya itu, bekerja di tempat yang jelas, aman, dan terjamin. Seperti menjadi pegawai negeri, pegawai bank, dan pegawai BUMN.
    Nah, pertanyaannya, bagaimana cara agar lingkungan sosial di Indonesia mendukung, mendorong, dan menyemangati anak-anak muda untuk mau dan merasa bangga memilih untuk berwirausaha?
    Terima kasih
    Salam

  9. pendi says:

    terima kasih ats share pengalamn dan tipsnya pak Uno…good inspiring…doakan smoga saya bisa mengikuti jejak anda…amin.

  10. rudianto says:

    Assalamualaikum Bang Sandi, saya sangat tertarik cerita abang bagaimana memulai usaha. Yang saya mau tanyakan :
    1. Apakah setiap orang mempunyai jiwa entrepreneur dan bagaimana menumbuhkan jiwa Entrepreuneur?
    2. Bagaimana memulai usha dengan modal yg terbatas ?
    3. Apakah saya bisa berkorespondensi lebih mendetail dengan tim bang sandi tentang peluang yang ada di daerah saya, dan memohon bantuan sumbang saran pemikiran untuk memulai Usaha?
    Demikian pertanyaan saya, mohon Masukannya agar sya bisa memulai dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup penduduk Lokal.
    Wassalam

  11. Mixer Roti says:

    makasih tips nya… sandiaga uno sip

  12. Lesmana says:

    Siiip makasih tips nya…

  13. zhia says:

    sangat menginspirasi. Mudah2an pak Sandiaga Uno jadi salah satu mentor saya.

  14. anak ganteng says:

    wah boleh di coba nih…mkasih oom tips nya

  15. ryan says:

    sangat menginspirasi mas sandi..
    saya mahasiswa dari Fisip Undip punya niat untuk menjadikan mas sandi menjadi pembicara/narasumber dari acara seminar yang insya allah kami adakan pada bulan oktober 2012 mas,, mohon sangat mas konfirmasi bisa atau tidaknya, kami sangat berharap mas sandi bisa menjadi pembicara/nara sumber pada acara kami…
    terima kasih mas sandiago uno

  16. mantaff..banyak dari kita yg tdk krja tuntas. maa dari itu sejak awal didirikan, sempoa kreatif aka fokus menyebarkan teknik berhitung cepat metode sempoa bayangan buat putra putri tercinta.
    salam dari sempoakreatif.com

  17. Hendy says:

    semoga di indonesia tumbuh pengusaha seperti sandiaga s.uno untuk memejukan negeri ini,,semangat pemuda indonesia..

  18. nugraha says:

    semakin menambah semangat saya setelah membaca tulisan ini, trimakasih Pak Uno, salam sukses salam kerja cerdas !

  19. saya setuju dengan usul Bapak, dan saya akan coba terapkan itu dalam kehidupan sehari-hari saya, semoga Allah memberi kesempatan agar usaha kecil2an saya ini juga bisa berkembang seperti usaha Bapak, hidup pengusaha Indonesia !

  20. pulsa online says:

    “Saya senang bisa kenal dengan 14 pengusaha mahasiswa terbaik Mien R. Uno Foundation yang sedang mengikuti workshop pencatatan keuangan sederhana. ……. Saya dan Rosan baru mulai usaha itu baru di umur 28 tahun. Jadi teman-teman disini sudah mulai 5 atau 7 tahun lebih cepat daripada kami. Jadi mestinya harus lebih sukses daripada Recapital. Amin”

    Saya suka tulisan Bapak, sebagai bahan renungan para pengusaha-pengusaha yang lain (khususnya yg muda) bahwa bisnis itu penuh resiko, tapi kita tidak harus menghindar dari hambatan2 tsb, yg perlu dilakukan adalah bgmn memanage dan mengontrol suatu masalah dan menyelesaikannya agar usaha yg dikelola dapat berjalan dengan baik. Terimakasih Pak ! saya sbg bagian dari pengusaha muda ikut mendukung gerakan Bapak dalam memajukan para entrepreneur di Indonesia tercinta ini.

    Wassalam

  21. Majakani says:

    makasih pak sangat inspiratif sekali videonya. Go wirausahawan Indonesia

  22. Herdiansyah says:

    Terima Kasih Pak Sandiaga S Uno, Atas ilmunya, Bapak Adalah Inpirasi Entrepreneur Indonesia Versi Saya.. Semoga Saya Bisa Sukses Seperti Bapak Sandiaga S.Uno..aamien

    • Wilma says:

      Wah keren juga tuh foto yang paling atas. Hehehehe Kalo gak salah ntu di luatan pasir bromo. Kemaren pas touring lintas jatim juga kesana. Pokoke seru deh, bener apa yang disampekan diawal. Kalo berkendara diatas pasir bueeener2 beda. Pertama berkendara diatas pasir, jam 4 pagi, gelap gulita, kepleset-pleset, pokoknya berdamai aja sama pasir, ntar pasirnya juga baik ama kita

  23. galih ws says:

    I Like this…
    big thanks for you mr sandiaga uno

    Rumus sukses pertama adalah Kerja Keras.
    Rumus sukses kedua adalah kita harus Kerja Cerdas.
    Rumus sukses ketiga adalah Kerja Tuntas.
    Rumus sukses keempat adalah Kerja Ikhlas.

  24. qianju says:

    bg sandiago sunguh menjadi inspirasi bagi anak2 muda indonesia, mudah2an ada kesempatan utk belajar dan bertemu langsung dgn abg yg super!
    salam qianju pontianak

  25. Ana U. Patel says:

    Setelah kami memiliki seorang anak bahkan anak kadang seperti dijadikan sandera supaya saya tidak keluar rumah, dan memang saya kemudian memutuskan tidak bekerja lagi. Tetapi keadaan rumahtangga kami memang tidak menentu karena sikapnya yang aneh. Setiap dia marah dan berlaku kasar saya selalu bertanya halus apa salah saya dan tolong tunjukkan bagaimana seharusnya saya, tapi jawabnya selalu “pikir sendiri”. Pernah saya bersikap tegas dan agak keras dan dia terdiam bahkan berhari – hari seperti orang ketakutan, dan saya kasihan melihatnya. Sejak itu saya lebih baik diam dan mengalah saja.

  26. jujur aku pengeeen banget bisa kayak gitu. tapi memulainya, sumpah, susah banget!! apalagi kalo udah mulai ngeblog atau nemu situs yang asik, wah, orientasinya jadi nggak ke kerjaan lagi, hehehe. jangan ditiru ya?? tapi sebenernya aku juga jaraaaaang banget ada kerjaan. maksudnya, pak ses itu juga kalo ngasih kerjaan nggak setiap hari, jadi kadang-kadang di kantor tu udah kayak pengangguran aja. malah elin, temen seruanganku, bilang: weekend = nganggur di kos dan weekdays = nganggur di kantor, hahaha.

  27. Yang pasti, bekerja ikhlas akan membawa kesejukan hati, membawa kedamaian. Ia memancarkan aura keriangan dan kesejukan kepada orang disekitarnya.

  28. Dinda says:

    hmmm…. terinspirasi bgt… mmg zaman skrg kt mahasiswa gk cm ngandalain PNS… mahasiswa harus mampu membuka peluang usaha sehingga mampu juga membantu rekan2 sesama mahasiswa ikut andil dalam usaha itu sehingga angka pengangguran di Indonesia bisa ditekan…. hm… saya punya cita-cita dan harapan sperti itu… konsultasi ni mas… saya juga tertarik menjadi wirausaha… tp kendalanya itu mas.. ya modal..(krn stiap usaha itu prlu modal).. saya udah coba sana sini.. dan skrg lg usaha ngmpul-ngmpulin modal juga… ad tips gmn ngdapatin modal… tnpa harus memberatkan orang tua… mkasih mas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>